Brebesnews24
Paguyangan, BREBES | – Kecelakaan mematikan kembali mengguncang Jalur Nasional Tegal–Purwokerto, tepatnya di wilayah Paguyangan, Kabupaten Brebes, Sabtu (30/5/2026). Peristiwa ini merenggut nyawa seorang pria yang dikenal warga sekitar sebagai Bang Utuk, seorang pegawai bank keliling atau penagih angsuran yang setiap hari berkeliling menagih kewajiban nasabah dari satu tempat ke tempat lain.
Bang Utuk yang mengendarai sepeda motor bernomor polisi R 4595 UE, tewas seketika setelah terlibat insiden nahas dengan bus pariwisata Dedy Jaya bernomor polisi G 7190 OJ. Tubuhnya tergolek tak bernyawa di lokasi kejadian,
sementara motor yang ditungganginya beserta dirinya sendiri terseret hingga masuk ke kolong besar kendaraan angkutan umum itu.
Dilihat dari posisi kendaraan sesaat setelah kejadian, bus Dedy Jaya tersebut justru berada di jalur yang benar, yakni berjalan di sisi kiri jalan sesuai aturan lalu lintas. Berdasarkan pandangan sejumlah saksi dan jejak di jalan, dugaan kuat mengarah pada kelalaian dari pengendara motor itu sendiri. Diduga, saat sedang melaju, Bang Utuk berniat menyalip kendaraan lain di depannya. Namun, kecepatan yang dibawanya terlalu tinggi dan ia tampaknya tidak mampu lagi mengendalikan laju kendaraannya. Alih-alih kembali ke jalur semula, ia justru melesat terlalu jauh ke sisi kanan jalan, persis ke arah laju bus yang datang berlawanan arah.


Tabrakan tak terelakkan pun terjadi dengan sangat keras. Dampak benturan begitu hebat hingga membuat korban dan motornya terseret masuk ke bagian bawah bodi bus, meninggalkan pemandangan yang mengerikan di ruas jalan tersebut. Warga yang berdatangan hanya bisa beristighfar melihat Bang Utuk sudah terbaring kaku dengan luka parah di sekujur tubuhnya, nyawanya tak tertolong lagi di tempat kejadian.
Dari barang-barang yang berserakan di lokasi, terlihat jelas berkas-berkas dan kartu angsuran milik nasabah, menegaskan kembali profesi almarhum yang memang setiap hari sibuk berkeliling menagih uang angsuran dari rumah ke rumah. Kebiasaan bergerak cepat dan mungkin terlalu percaya diri di jalan raya seolah menjadi bumerang yang berujung maut baginya hari ini.
Kecelakaan ini sempat membuat arus lalu lintas macet panjang di kedua arah. Petugas dari Pos Gakkum Bumiayu segera tiba untuk mengatur jalan, mengamankan bus dan pengemudinya, serta mengevakuasi jenazah. Meski polisi masih menyelidiki kronologi resmi, pandangan di lapangan sudah cukup jelas: kecerobohan dan ketidakmampuan mengendalikan laju kendaraan saat bermanuver menjadi penyebab utama akhir hidup penagih bank keliling ini di jalan raya.
(BN24)

