Brebesnews24
Sridadi , Selatan BREBES | – Senyum bahagia dan rasa syukur menghiasi wajah warga Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Harapan yang selama ini dinanti akhirnya terwujud, saat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 resmi ditutup Kamis (21/5/2026). Kini, jalan baru yang kokoh dan mulus telah siap dimanfaatkan untuk menunjang segala aktivitas warga sehari-hari.
Upacara penutupan digelar meriah di halaman SDN 02 Sridadi, dipimpin langsung Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo. Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, serta warga setempat. Bupati Brebes juga hadir diwakili Kepala Kesbangpol, Cecep Aji Suganda.


Bagi warga, pembangunan ini menjadi titik balik penting. Selama ini, akses jalan desa terhambat kondisi wilayah rawan longsor dan tanah bergerak, yang kerap menyulitkan perjalanan. Kini, segala kesulitan itu perlahan hilang.
“Jalan jadi mudah dilalui. Hasil pertanian bisa dibawa keluar lebih cepat, dan anak-anak sekolah pun berangkat dengan lebih aman dan lancar,” ungkap Kepala Desa Sridadi, Sudiryo dengan gembira.
Selama satu bulan pelaksanaan, seluruh target pembangunan fisik rampung 100 persen. Pekerjaan meliputi pembangunan badan jalan dan rabat beton sepanjang 136 meter, pembuatan talud penahan longsor, saluran drainase, penguatan jembatan menggunakan bronjong, hingga pengerasan permukaan jalan.
Tak hanya membangun infrastruktur, TMMD juga menghadirkan manfaat sosial melalui perbaikan rumah tidak layak huni, pengobatan gratis, gerakan minum susu dan makan telur, serta penyediaan pangan murah bagi warga.


Dandim 0713/Brebes menegaskan keberhasilan ini adalah buah dari semangat gotong royong. “Selesai 100 persen berkat kerja sama erat TNI, pemerintah, Polri dan seluruh warga. Kami berharap fasilitas ini dijaga bersama, agar manfaatnya terus terasa jangka panjang,” ujarnya.
Kehadiran TMMD di Sridadi terbukti sungguh memberi dampak besar: akses jalan aman, perlindungan dari bencana, sekaligus penggerak roda perekonomian masyarakat di wilayah pegunungan ini.
(BN24)

