Brebesnews24
BREBES | – Sebuah harapan besar tumbuh dari pelosok Kabupaten Brebes. Sebanyak 162 unit Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara resmi mulai beroperasi, menandai babak baru pembangunan ekonomi yang berakar dari kekuatan rakyat. Langkah ini bukan sekadar pembukaan lembaga usaha, melainkan strategi besar pemerintah daerah untuk mengangkat kesejahteraan warga sekaligus menjadi ujung tombak pasokan bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peluncuran bersejarah ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui konferensi video pada Sabtu (16/5/2026), dengan pusat kegiatan nasional berpusat di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Di tingkat daerah, Kabupaten Brebes memilih Desa Kendawa, Kecamatan Jatibarang, sebagai lokasi simbolis peresmian. Acara ini berlangsung penuh semangat, dihadiri langsung oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, unsur Forkopimda, serta para kepala desa yang membawa harapan dari masyarakatnya masing-masing.
Dalam sambutan nasionalnya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa ini. Awalnya ditargetkan 1.300 unit akan beroperasi, namun melalui seleksi ketat agar tercipta kualitas terbaik, sebanyak 1.061 koperasi di seluruh Indonesia akhirnya dinyatakan siap melayani rakyat. Keberhasilan mewujudkan konsep besar ini hanya dalam waktu tujuh bulan—sejak November 2025—dinilainya sebagai prestasi gemilang bagi bangsa.
“Koperasi ini adalah alat strategis negara. Tujuannya satu: memakmurkan segenap rakyat Indonesia sampai ke pelosok desa. Ini adalah bukti nyata bahwa kita bisa bergerak cepat dan tepat demi kesejahteraan bersama,” tegas Presiden Prabowo, mengukuhkan peran vital koperasi dalam kemajuan ekonomi tanah air.


Brebes Cetak Sejarah, 162 Titik Siap Melayani
Di Brebes, semangat tersebut terwujud nyata. Letkol Inf Ambariyantomo melaporkan bahwa 162 titik koperasi telah berdiri kokoh dan siap bergerak. Bagi desa-desa yang saat ini terkendala ketersediaan lahan dan belum ikut serta, pemerintah menyiapkan jalur tahap kedua, memastikan tidak ada desa yang tertinggal dalam gelombang kemajuan ini.
“Bagi saya, desa yang belum memiliki koperasi ibarat melewatkan peluang emas. Ke depannya, seluruh kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis wajib dipasok dari koperasi desa. Artinya, uang negara berputar di desa, keuntungan dirasakan petani dan pengusaha lokal, dan anak-anak kita makan dari hasil bumi sendiri. Ini skema kemajuan yang luar biasa,” ungkap Ambariyantomo penuh optimisme. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Brebes yang dinilainya sangat tangkas dan suportif dalam setiap tahap pembangunan.
Kelola dengan Hati, Hasilkan Manfaat Nyata
Sementara itu, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengingatkan bahwa bangunan megah bukanlah satu-satunya tujuan. Baginya, Koperasi Merah Putih adalah wajah baru ekonomi kerakyatan yang harus dikelola dengan standar tinggi: transparan, akuntabel, dan profesional.
“Potensi Brebes itu luar biasa besar, dari pertanian, perikanan, hingga kerajinan. Melalui koperasi ini, kita satukan kekuatan itu. Tujuannya mulia: menyejahterakan petani, mengangkat derajat UMKM, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan kita sendiri,” ujar Paramitha dengan penuh harap. Ia mencontohkan Koperasi Desa Kendawa sebagai percontohan yang tidak hanya hebat secara fisik, tetapi juga unggul dalam tata kelola pelayanan.
Sebagai penutup acara yang penuh kehangatan itu, jajaran Forkopimda menyerahkan bantuan sembako kepada warga sekitar, sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan.
Kini, dengan beroperasinya 162 koperasi ini, Brebes melangkah tegap menjadi contoh keberhasilan sinergi antara kekuatan rakyat dan program nasional. Harapan besar digantungkan di sini: koperasi tumbuh kokoh, pelaku usaha desa naik kelas, dan generasi penerus bangsa mendapatkan gizi terbaik dari hasil karya anak negeri sendiri. Sebuah lingkaran kebaikan yang berputar demi masa depan Brebes yang lebih cerah dan sejahtera.
(BN24)

