BerandaBERITAKejagung Geledah Kantor BGN, Langsung Usai Dadan Hindayana Dicopot Prabowo

Kejagung Geledah Kantor BGN, Langsung Usai Dadan Hindayana Dicopot Prabowo

Brebesnews24

JAKARTA | – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan keras dan resmi ke kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Rabu (3/6/2026). Langkah tegas ini dijalankan tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto memecat pucuk pimpinan lembaga tersebut secara menyeluruh. Belum dijelaskan secara rinci kasus apa yang menjadi sasaran penyidik, namun tindakan ini menjadi sinyal keras bahwa pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan dalam pengelolaan program strategis nasional.

“Penyidik Pidsus Kejagung benar-benar menggeledah kantor BGN. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu,” tegas Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry, dengan nada pasti kepada wartawan.

Penggerebekan kantor BGN ini terjadi hanya sehari setelah Prabowo Subianto menjatuhkan keputusan berat: mencopot dan memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, beserta dua wakilnya, Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya. Ketiganya dicabut wewenangnya sepenuhnya, usai pemerintah melakukan pemantauan ketat dan evaluasi mendalam selama satu setengah tahun terakhir terhadap kinerja lembaga yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis itu.

Keputusan pemecatan itu dibacakan langsung Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Presiden, Selasa (2/6/2026), disaksikan pejabat tinggi negara. “Presiden mengambil keputusan pasti dan mutlak untuk mengganti seluruh pimpinan BGN. Saudara Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya kami lepaskan dari jabatannya. Terima kasih atas dedikasi, namun evaluasi kinerja menuntut penyegaran total,” ujar Prasetyo dengan tegas.

Pergantian ini bukan sekadar rotasi biasa. Pemerintah menegaskan langkah ini diambil karena BGN memegang peran vital sebagai ujung tombak program prioritas nasional dengan anggaran raksasa dan jangkauan seluruh Indonesia. Kinerja yang dianggap belum memenuhi standar menjadi alasan utama pemecatan massal ini.

Sebagai pengganti yang ditunjuk langsung Presiden, Nanik S Deyang ditetapkan sebagai Kepala BGN baru. Posisi wakil kepala diisi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono. Susunan baru ini ditugaskan untuk membenahi tata kelola, menutup celah penyimpangan, dan memastikan program berjalan lurus sesuai tujuan negara.

Penggeledahan yang berlangsung hari ini semakin menegaskan bahwa pemecatan kemarin bukan sekadar pergantian pimpinan, melainkan langkah awal penegakan hukum serius. Kejagung kini turun tangan memeriksa jejak dokumen, pengelolaan anggaran, dan segala transaksi yang terjadi di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana dkk. Pemerintah bertekad mengungkap segala fakta, memastikan tidak ada kebocoran, dan menindak tegas siapa pun yang terbukti menyalahgunakan amanah rakyat.

BGN kini berada di bawah sorotan tajam hukum dan publik. Pesannya jelas: Siapa yang berkhianat pada amanah negara, akan diseret ke meja hukum, tak peduli jabatan atau posisinya.

(Redaksi)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News