Brebesnews24.com
BANJARHARJO, BREBES | – Warga Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes digemparkan dengan penemuan mayat seorang pria yang disimpan di dalam koper di sebuah rumah warga pada Senin (16/2/2026) siang. Peristiwa tersebut kini menjadi objek penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.
Kapolsek Banjarharjo, AKP Ahmad Su’udi, mengkonfirmasi bahwa penemuan mayat terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di rumah milik Daniati yang berlokasi di RT 001 RW 003 Desa Sukareja. “Kejadian bermula ketika seorang saksi sedang membersihkan rumah tersebut sekitar pukul 12.45 WIB,” ujarnya.
Saat memasuki bagian dalam rumah, saksi mendeteksi adanya bau amis yang sangat menyengat. Merasa curiga, saksi kemudian mengajak warga lain untuk melakukan pemeriksaan terhadap sumber bau tersebut. Saat melakukan pengecekan di kamar mandi yang belum selesai dibangun, keduanya menemukan sebuah koper berwarna merah dalam kondisi tertutup rapat. Setelah resleting koper dibuka sebagian, terlihat bagian punggung manusia di dalamnya. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa dan selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian bersama tim identifikasi dari Polres Brebes untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain memeriksa lokasi, petugas juga mencatat keterangan dari sejumlah saksi guna mendalami kronologi kejadian.


AUTOPSI UNGKAP PETUNJUK BARU, KORBAN DIIDENTIFIKASI SEBAGAI SAPRI (67)
Pada dini hari Selasa (17/2/2026), tim Dokter dan Kedokteran Kepolisian dari Polda Jawa Tengah melakukan autopsi terhadap jasad korban di kamar mayat RSUD Brebes. Pemeriksaan forensik dilakukan secara menyeluruh untuk menentukan penyebab kematian, estimasi waktu kejadian, serta mengidentifikasi indikasi kekerasan yang mungkin dialami korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diidentifikasi sebagai Sapri (67), warga Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh di dalam koper yang dikubur di lantai salah satu ruangan rumah. Di dalam koper tersebut, tim forensik menemukan tubuh korban bersama dua potongan kaki yang telah terpisah, sehingga memperkuat dugaan adanya upaya sistematis dari pelaku untuk menghilangkan jejak.
Pihak kepolisian belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir terkait penyebab pasti kematian. Namun, indikasi awal mengarah pada dugaan pembunuhan yang disertai mutilasi. Saat ini, fokus penyelidikan tidak hanya pada bagaimana korban tewas, tetapi juga bagaimana jasadnya dapat dipindahkan, disembunyikan, dan dikubur di lokasi yang relatif tertutup dari perhatian warga.
Rumah tempat kejadian diketahui milik seorang perempuan muda yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. Kecurigaan awal muncul ketika keluarga pemilik rumah akan melakukan pembersihan bangunan, di mana aroma amis dan bercak darah di dalam tanah ruangan menjadi indikasi penting yang memicu pemeriksaan lebih lanjut hingga ditemukannya koper berisi jasad.


JEJAK PERJALANAN TERAKHIR KORBAN TERKAIT UTANG SEBESAR RP5 JUTA
Berdasarkan keterangan keluarga korban, sebelum menghilang, Sapri sempat berpamitan pada Minggu malam sekitar pukul 22.30 WIB. Korban menyatakan hendak menemui seseorang bernama Rokib terkait utang sebesar Rp5 juta. Menurut keterangan anak korban, (Rohman), ayahnya membawa uang tunai sekitar Rp20 juta serta sebuah telepon genggam sebelum pergi. Setelah itu, komunikasi terputus dan korban tidak pernah kembali.
“Kami kira hanya sebentar, tapi ternyata tidak pulang-pulang hingga ditemukan meninggal dunia,” ujar Rohman.
Menantu korban, Anto Suwanto, menyampaikan harapan agar pelaku segera dapat ditemukan dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan spekulasi yang tidak bertanggung jawab, serta menunggu hasil penyelidikan resmi yang tengah berlangsung..
Menjelang berita ini ditulis, Selasa (17/2/2026) Siang, Beredar Kabar terduga “Pelaku” Pembunuhan telah di Amankan Pihak Kepolisian di sebuah kawasan di daerah Majalengka Jawa Barat..
Namun Penulis belum bisa memastikan kebenarannya sebelum adanya rilisan resmi dari pihak kepolisian..
Kontributor (BN24).

