Brebesnews24
SONGGOM, BREBES | -Melanjutkan Pemberitaan sebelumnya yang telah terbit di Media Brebesnews24.com, tentang misteri penemuan jasad di selokan Wanacala– Kabar mengejutkan kembali datang dari Desa Wanacala, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Misteri di balik penemuan jasad yang sempat menggetarkan hati warga sekitar perlahan mulai terungkap. Jasad yang ditemukan terbaring di dasar selokan itu diketahui milik seorang remaja berinisial AF (17), warga Desa Dukuhwringin, Kecamatan Wanasari. Ia ditemukan tewas dengan luka serius akibat senjata tajam yang menandakan peristiwa yang dialaminya sangat tragis.
Segalanya bermula pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026, saat seorang warga melihat sesuatu yang aneh di saluran air desa. Saat didekati, ternyata itu adalah tubuh manusia yang tertelungkup, mengenakan pakaian serba hitam mulai dari jaket, kaos, hingga celana jeans. Penemuan itu langsung memicu kepanikan dan keributan di kalangan warga yang segera melaporkannya ke pihak berwajib.
Polsek Songgom dan tim Inafis Satreskrim Polres Brebes segera tiba di lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dari kerumunan warga yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah proses pemeriksaan awal selesai, jenazah AF dibawa ke RSUD Brebes untuk dilakukan autopsi oleh tim Dokkes Polda Jawa Tengah pada malam harinya.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya sejumlah luka senjata tajam yang parah, terutama di bagian pergelangan tangan dan selangkangan. Luka-luka itu diduga menjadi penyebab utama kematian karena menyebabkan pendarahan yang sangat banyak dan sulit dihentikan.
Kisah pengenalan identitas korban pun terjadi dengan cara yang menyayat hati. Keluarga baru mengetahui nasib AF setelah melihat foto yang tersebar di media sosial. Al Fadla, saudara kembar korban, mengaku sangat terkejut dan hancur saat menyadari bahwa sosok dalam gambar itu adalah adik kembarnya sendiri.
“Saya yakin itu kembaran saya begitu melihat wajahnya di Facebook. Saya langsung mencoba meneleponnya, tapi nomornya sudah tidak aktif lagi,” ujar Al Fadla dengan suara gemetar pada Minggu dini hari, 3 Mei 2026.
Menurut cerita keluarga, terakhir kali AF terlihat pada Jumat malam, saat ia dijemput oleh seorang teman menggunakan sepeda motor. Sejak saat itu, tidak ada kabar apa pun darinya hingga berita penemuan jasad itu muncul. Setelah memastikan identitas di kamar jenazah RSUD Brebes, keluarga sangat berharap polisi dapat segera menemukan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian mengerikan ini.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap agar almarhum bisa beristirahat dengan tenang dan keadilan ditegakkan,” kata Al Fadla.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki dan memburu orang-orang yang terlibat dalam kasus ini.
Dugaan sementara mengarah pada pertikaian atau tawuran antarkelompok yang berakhir dengan kematian. Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bahwa kekerasan di kalangan remaja masih menjadi masalah serius yang harus segera ditangani agar tidak ada lagi nyawa yang hilang secara sia-sia.
(Faiz)

