Brebesnews24.com
Bumiayu , BREBES |– Bencana banjir melanda wilayah Desa Dukuhturi, Kalker, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes akibat luapan sungai Kali Keruh. Sabtu (24/1/2026) dini hari,
Hujan yang turun terus-menerus ditambah kondisi cuaca ekstrem selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat drastis, sehingga air meluap dan menerjang permukiman warga.
Di wilayah RT 001 RW 01, sebanyak enam rumah warga terbawa arus banjir. Rumah yang terkena dampak adalah milik Bapak Rukyat, Bapak Boni Aries, Bapak Fatkhu Rozak, Ibu Solikha, Bapak Wasran Hadiwaryoto, dan Ibu Siti Mufidhoh.
Sementara itu, di RT 05 RW 01, sembilan rumah lainnya juga terdampak, yaitu milik Bapak Sentot Wahyono, Bapak Subejo, Mba Ari, Bapak Mukson, Bapak Rasikem, Bapak Asep Rajiman beserta Mba Ita, Slamet Riyanto, Naimah, Serta ibu Evi Sugiarti.
Kenaikan debit air sungai Kali Keruh yang tidak terduga menjadi penyebab utama terjadinya bencana ini. Air yang meluap dari aliran sungai dengan cepat menerjang permukiman yang berada di kawasan bantaran, menyebabkan beberapa bangunan tidak mampu menahan tekanan arus dan terbawa hanyut.


Sekretaris Desa Dukuhturi Andi Kuswoyo, S.pd.M.pd. bersama Satibi S.Pd, selaku Kepala Dusun (Kadus 1) Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu, menyampaikan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Dukuhturi telah mengambil langkah cepat sejak awal terdeteksi potensi banjir. “Kami segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk BPBD Kabupaten Brebes, TNI, Polri, dan relawan lokal untuk melakukan evakuasi warga terdampak serta menyediakan bantuan yang diperlukan,” ujarnya.
Satibi,S.pd. menambahkan Upaya penanganan yang dilakukan meliputi evakuasi warga ke tempat pengungsian sementara yang aman, penyediaan logistik berupa makanan, minuman, perlengkapan kebersihan, dan obat-obatan dasar.
Tim gabungan juga telah melakukan pembersihan area terdampak dan evaluasi kerusakan untuk menyusun rencana pemulihan selanjutnya. Saat ini, kondisi air banjir mulai menunjukkan tanda surut dan pihak berwenang terus memantau situasi guna mencegah terjadinya dampak lebih lanjut.. (BN24)

