Brebesnews24.com
Bumiayu, Selatan BREBES| – Seperti kita ketahui bersama Pemerintah Kabupaten Brebes dibawah kepemimpinan Bupati Hj, Paramitha Widya Kusuma, SE.,MM. lagi gencar-gencarnya memperjuangkan masyarakatnya, tidak terkecuali dalam dunia kesehatan, “Nakes Door to Door” program yang di gagas Bupati ini yang bertujuan agar masyarakat Brebes bisa lebih dekat dengan tenaga kesehatan,
Namun sangat disayangkan program yang begitu ‘cemerlang” ini kurang berjalan karena masalah pelaksanaan di lapangan, seperti cakupan yang belum optimal, kendala teknis di Puskesmas, dan kurangnya sosialisasi kepada warga.
Program yang sebelumnya di gagas Bupati ini bertujuan untuk menjangkau warga rentan seperti ibu hamil risiko tinggi dan anak dengan gizi kurang melalui kunjungan langsung dari tenaga kesehatan (nakes). Namun, tantangan dalam menjalankan program ini membutuhkan evaluasi dan perbaikan agar tujuan awal program dapat tercapai dengan baik.
Masalah dan tantangan:
Cakupan belum optimal: Program ini belum menjangkau semua warga rentan yang membutuhkan.
Kendala di Puskesmas: Terdapat kendala teknis di tingkat Puskesmas dalam menjalankan program ini.
Kurangnya sosialisasi: Beberapa warga mungkin belum memahami pentingnya program ini, sehingga partisipasi kurang.
Imam Khambali selaku aktivis yang juga anggota LSM di kabupaten brebes meminta kepada Dinkesda Kab Brebes lewat Kadin kesehatan Inekke untuk lebih dorong tenaga kesehatan nakes door to door untuk lebih aktif lagi turun kemasyarakatan, terutama untuk pasien Paru, TBC, penyandang difabel, dan penyakit kronis lain nya,
“Saya itu turun melihat langsung juga membantu pasien dari keluarga yang ekonominya lemah, agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,
karena di bawah banyak masyarakat yang benar benar tidak mampu untuk berobat apalagi untuk rawat inap dirumah sakit,kendala kebanyakan adalah faktor ekonomi” ucapnya.


Imam menambahkan sebenarnya warga masyarakat sangatlah membutuhkan program “nakes door to door “ Seandainya program ini berjalan dengan maksimal pelayanan kesehatannya, dan bukan hanya program semata.
Imam mencontohkan “pasien paru2 dan TBC Tarkim dari desa pagojengan, kecamatan paguyangan, Selama ini tdak disentuh nakes door to door, padahal kontrol rutin di rumah sakit’ mas edy Hepatitis sudah akut,muka sudah pda bengkak didesa penggarutan kec bumiayu, Nurhidayat Desa terlaya kec Bantarkawung Paru2 TBC,tidak pernah kesentuh, Bapak Azam Harun stroke tidak mampu berobat,didesa wanatirta kec Paguyangan dan masih banyak yang lainnya.
Disinilah tenaga kesehatan dor to dor benar benar harus hadir, karena mereka sangatlah membutuhkan kesehatan,kasihan mereka, karena tidak ada biaya untuk ongkos mobil,akhirnya tidak tersentuh pelayanan kesehatan”
Kesehatan adalah hak dasar warga masyarakat,apalagi warga yang ekonominya lemah,
“Saya itu sudah bermitra baik dengan Dinas kesehatan,selalu komunikasi,baik dengan Dinkesda,juga dengan Dirut RSUD Bumiayu Dinsos , Ibu Bupati,dan Ketua Komisi 4 DPRD kabupaten Brebes, Ucapnya.
Alhamdulillah selama ini lebih dari 30 pasien yang dibantu oleh dinas kesehatan, baik yg dirawat gratis karna kendala BPJS ataupun yg sama sekali tidak punya BPJS dari kelurga kurang mampu,
Semoga kedepannya Progam Nakes dor to dor bisa lebih berjalan dengan baik, dan Puskesmas sebagai garda terdepan yang bersentuhan dengan masyarakat dapat lebih optimal, agar program ” Brilian” dari Bupati Brebes Paramitha benar-benar dirasakan Manfaatnya oleh masyarakat, terutama yang ekonomi lemah, tukasnya (BN24)

