Brebesnews24.com
BREBES | – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 telah resmi digelar di Kabupaten Brebes sejak 10 Februari 2026. Di balik rangkaian pekerjaan pembangunan yang terlihat di permukaan, program ini menyajikan dimensi yang lebih luas – sebuah upaya yang tidak hanya mengubah wajah fisik desa melalui jalan dan talud, tetapi juga menyusun pijakan kokoh bagi kebersamaan dan kemandirian yang tumbuh dari dalam masyarakat.
Kapten Arm Sukirno, Komandan Koramil (Danramil) Paguyangan, Kodim 0713/Brebes, menjadi sosok yang langsung menyampaikan makna mendalam di balik setiap langkah pelaksanaan program ini. Di hadapan berbagai pihak yang terlibat, ia menjelaskan bahwa TMMD bukan sekadar rangkaian aktivitas pembangunan infrastruktur fisik belaka. Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk nyata dari kemanunggalan yang menghubungkan TNI dengan lapisan rakyat di pelosok desa.
“TMMD Reguler ke-127 ini bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan serta memperkuat ketahanan wilayah,” ucapnya dengan nada yang tegas dan penuh penghargaan terhadap peran setiap pihak.


Lokasi Fokus: Desa Cikuya yang Bertransformasi
Di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo – lokasi utama pelaksanaan program ini – suasana pembangunan terasa nyata di setiap sudut wilayah. Para personel TNI bekerja berdampingan dengan warga masyarakat dalam berbagai pekerjaan fisik: mulai dari pembukaan dan pengerasan jalan yang sebelumnya berupa tanah liat yang mudah becek, pembangunan talud untuk menguatkan struktur tanah dan mencegah erosi, hingga proses rehabilitasi bagi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi tempat tinggal beberapa keluarga kurang mampu.
Perubahan paling terasa tercermin pada jalur jalan usaha tani yang dulunya sulit dilalui bahkan oleh kendaraan roda dua. Kini, dengan permukaan yang telah diperbaiki, kendaraan bermotor dapat masuk hingga ke tengah lahan pertanian. Hal ini memberikan dampak yang nyata bagi para petani lokal, yang kini lebih mudah mengangkut hasil bumi mereka ke pasar atau titik pengumpulan. “Hal ini berdampak pada efisiensi biaya angkut serta meningkatkan produktivitas warga,” jelas Kapten Sukirno, melihat langsung bagaimana langkah kecil dalam pembangunan dapat membawa perubahan besar bagi mata pencaharian masyarakat.
Dimensi Non-Fisik yang Menguatkan Fondasi Masyarakat
Selain memperbaiki fasilitas dasar, TMMD juga menyemai benih perubahan melalui serangkaian program nonfisik yang dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Ruang-ruang pertemuan di desa menjadi tempat bagi berbagai kegiatan penyuluhan: mulai dari wawasan kebangsaan dan bela negara yang mempererat rasa cinta tanah air, materi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keharmonisan lingkungan, hingga penyuluhan kesehatan yang mencakup edukasi tentang gizi dan program percepatan pencegahan stunting.
Tak hanya itu, para ahli juga berbagi pengetahuan terkait teknologi pertanian yang lebih efisien, membantu petani untuk meningkatkan hasil panen sambil menjaga kelestarian lahan. “Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri,” terang Kapten Sukirno, menjelaskan bahwa kemajuan desa tidak dapat tercapai hanya melalui infrastruktur, melainkan juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Tantangan yang Jadi Bahan Pengikat Kebersamaan
Pelaksanaan TMMD di daerah yang umumnya berada di lokasi terpencil dengan akses terbatas tidak lepas dari berbagai tantangan. Banyak lokasi pekerjaan yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan besar pengangkut material bangunan, sehingga material seperti pasir, semen, dan batu kerikil harus diangkut secara manual. Dalam kondisi seperti ini, tidak terlihat batasan antara personel TNI dan warga masyarakat – mereka bekerja bersama-sama, menggunakan gerobak kayu maupun dengan cara gotong royong untuk membawa material hingga ke lokasi proyek.
Sinergi yang terjalin antara TNI, Pemerintah Kabupaten Brebes, dan masyarakat terbukti berjalan dengan sangat baik. Pemerintah daerah memberikan dukungan dalam bentuk anggaran dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, sementara TNI menyediakan tenaga ahli dan personel yang siap bekerja keras di lapangan. “Pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran, sementara TNI mengerahkan personel dan tenaga untuk memastikan program berjalan sesuai rencana,” jelas Kapten Sukirno.
Pada akhirnya, harapan yang paling besar adalah bahwa hasil kerja keras bersama ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. “Kami berharap sarana yang sudah terbangun dari kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tutupnya, dengan keyakinan bahwa kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan TMMD akan menjadi modal berharga bagi kemajuan Desa Cikuya di masa mendatang..
Kontributor (BN24)

