Brebesnews24
Bumiayu, BREBES | – Aksi kriminal kembali meresahkan warga. Seorang tukang sayur bernama Waryono (51) menjadi korban pengeroyokan dan pembegalan brutal di ruas jalan Bumiayu–Kalinusu, tepatnya di Dukuh Kalibodas, Desa Bumiayu, Rabu (29/4/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Kejadian bermula saat korban yang merupakan warga setempat sedang berangkat menuju Pasar Induk untuk mengambil stok sayuran seperti biasa. Sesampainya di lokasi yang minim penerangan, sebelah barat taman buah dan sebelum area penggilingan padi, Waryono melihat sebuah motor terparkir di pinggir jalan.
Belum sempat waspada, tiba-tiba gerobak dorongnya ditendang keras dari arah belakang hingga ia terjatuh. Seketika itu juga, sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah enam orang langsung menyerang. Korban dipukul dan diinjak-injak secara bersamaan hingga tak berdaya.
Para pelaku tak hanya melakukan kekerasan, mereka juga merampas tas berisi uang belanja sebesar lebih dari Rp2 juta. Setelah mendapatkan harta benda, korban yang sudah lemah kemudian didorong dan dijebloskan ke dalam saluran air atau selokan di pinggir jalan.
Ditemukan Saat Akan Salat Subuh
Kondisi gelap gulita di lokasi diduga menjadi alasan utama pelaku memilih tempat tersebut untuk beraksi. Korban akhirnya ditemukan oleh warga bernama Saeful Hadi yang saat itu hendak berangkat salat Subuh ke Masjid An Nur.
Awalnya Saeful curiga melihat sepeda motor korban tergeletak sembarangan di tengah jalan. Setelah diselidiki, Waryono ditemukan dalam kondisi setengah sadar tergeletak di dalam selokan. Korban segera ditarik keluar dan mendapat pertolongan dari warga sekitar.
Akibat peristiwa mengerikan itu, Waryono mengalami luka lebam di sekujur tubuh akibat siksaan para perampok.
Kepala Desa Bumiayu, Sukaro, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian dari Polsek setempat telah segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan korban.
“Benar, ada kejadian pembegalan yang menimpa warga kami tadi pagi. Polisi sudah ke lokasi,” ujarnya.
Hingga saat ini, polisi masih memburu keenam pelaku yang masih dalam pengejaran. Warga pun berharap aparat keamanan dapat meningkatkan intensitas patroli, terutama di titik-titik rawan yang gelap seperti ini, demi mencegah terulangnya aksi sadis tersebut.
(BN24)

