Brebesnews24
Salem, Brebes | – Harapan lama warga Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh, Kecamatan Salem, perlahan menjadi kenyataan. Di tengah segala keterbatasan, semangat pantang menyerah dan kebersamaan menjadi kunci pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang akan menghubungkan kedua desa tersebut.
Bukan sekadar bangunan beton dan batu, jembatan ini adalah bukti nyata tekad masyarakat: di mana ada kemauan bersama, di situ jalan menuju kemajuan pasti terbuka. Sejak pagi buta, warga berdatangan ke lokasi tanpa diminta. Petani, pemuda, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu bekerja bahu-membahu—mengangkat material, menyusun batu, dan merapikan lokasi—semua dilakukan dengan ikhlas dan penuh semangat.
Kegiatan ini berjalan beriringan dengan pendampingan langsung dari Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Usman M. Kehadirannya di tengah barisan warga memperkuat ikatan kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus menjadi penyemangat agar pekerjaan berjalan lancar dan aman.

“Pembangunan ini mengajarkan kita: kemajuan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan bersama. Jika satu tujuan, saling menguatkan, dan tidak mudah menyerah, seberat apa pun tantangan pasti bisa dilewati. Semangat itulah kekuatan terbesar kita,” ujar Serda Usman M.
Bagi warga, jembatan ini adalah pintu gerbang masa depan. Selama ini, akses yang sulit menjadi penghalang: hasil panen susah dibawa ke pasar, perjalanan ke sekolah dan puskesmas pun terhambat. Nantinya, dengan jembatan ini selesai, semua akan berubah. Biaya angkut turun, ekonomi warga bergerak lebih cepat, dan mobilitas warga menjadi jauh lebih ringan.
Di lokasi kerja, tidak ada beda tua muda, kaya miskin—semua sama, bekerja untuk kepentingan bersama. Semangat gotong royong inilah yang menjadi modal paling berharga, bahkan lebih berharga dari material pembangunan sekalipun.
Warga berharap pembangunan segera tuntas, agar manfaatnya segera dirasakan semua pihak. Dan yang paling penting: semangat “berjuang dan bersatu” ini tidak berhenti di sini, melainkan terus hidup sebagai budaya membangun desa di masa mendatang.
Jembatan Perintis Garuda akhirnya bukan hanya menghubungkan dua desa di seberang sungai, melainkan menyatukan tekad bahwa dengan kerja nyata dan kebersamaan, mimpi besar sekalipun pasti bisa diwujudkan.
(BN24)
