BerandaBERITAPandangan Intelijen Terkait Rencana Aksi Besar Mahasiswa: Jangan Sampai Stabilitas Terganggu

Pandangan Intelijen Terkait Rencana Aksi Besar Mahasiswa: Jangan Sampai Stabilitas Terganggu

Brebesnews24

JAKARTA | – Di tengah memanasnya situasi menyusul rencana aksi mahasiswa yang digadang-gadang sebagai “Reformasi Jilid II”, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra menyampaikan imbauan yang menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan ketertiban bersama. Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas langkah tegas yang diambil oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Aliansi tersebut baru saja mengeluarkan pernyataan berisi tenggat waktu 18 hari bagi pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian nasional. Jika harapan ini tidak terpenuhi, mereka berjanji akan menggelar demonstrasi berskala besar di berbagai daerah.

Menyikapi rencana tersebut, Herindra berbicara dengan nada penuh perhatian di Gedung DPR, Senayan. Kamis (11/6/2026) Ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para mahasiswa, untuk tidak terburu-buru dan senantiasa memikirkan dampak dari setiap tindakan yang diambil.

“Hal yang paling utama saat ini adalah kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang justru merugikan kepentingan kita bersama sebagai satu bangsa,” ungkapnya dengan tegas namun tetap santun.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Kapolri Listyo Sigit menegaskan sikap kepolisian yang tetap menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya secara terbuka. Namun, ia juga menegaskan bahwa kebebasan tersebut harus berjalan berdampingan dengan tanggung jawab agar tidak menimbulkan kerusakan atau kekacauan.

“Kami sangat menghargai aspirasi yang ingin disampaikan. Hanya saja, kami berharap segala bentuk kegiatan itu dilaksanakan dengan tertib dan damai,” jelasnya. Ia juga memastikan bahwa aparat kepolisian akan bertugas mengawasi situasi agar tetap aman dan terkendali, tanpa menghalangi hak rakyat untuk bersuara.

Rencana aksi ini muncul dari kekhawatiran mendalam kalangan mahasiswa terhadap kondisi ekonomi yang saat ini terasa berat bagi masyarakat. Salah satu sorotan utamanya adalah melemahnya nilai tukar rupiah yang berdampak langsung pada harga kebutuhan sehari-hari. Sebagai bentuk peringatan awal, mereka telah menggelar aksi kecil dengan tema “Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat” di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.

Melalui aksi tersebut, mereka menuntut adanya langkah nyata untuk menstabilkan nilai mata uang. Apabila dalam waktu 18 hari ke depan tidak ada perbaikan yang signifikan, mereka bersiap mengumpulkan massa dalam jumlah besar untuk mendesak perubahan besar dalam pengelolaan ekonomi negara.

(Redaksi)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News