BerandaBERITA50 Dapur MBG Brebes Ditutup Paksa: Ribuan Siswa Tak Dapat Makan, Masalah...

50 Dapur MBG Brebes Ditutup Paksa: Ribuan Siswa Tak Dapat Makan, Masalah Dana dan Standar Jadi Penyebab Utama

Brebesnews24

BREBES | – Keputusan tegas diambil Badan Gizi Nasional (BGN): s50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Brebes dihentikan operasionalnya secara serentak mulai Senin (8/6/2026). Akibatnya, ribuan siswa di puluhan sekolah langsung kehilangan hak jatah makan bergizi yang selama ini mereka andalkan. Penghentian ini bukan disebabkan kasus keracunan atau Kejadian Luar Biasa (KLB), melainkan dua masalah krusial: dana belum cair dan fasilitas tidak lolos standar.

Koordinator Wilayah BGN Brebes, Arya Dewa Nugroho, menegaskan ada pemisahan jelas penyebab penghentian ini. Dari 50 dapur yang berhenti, 31 unit terhenti total karena anggaran operasional belum turun dari pusat. Keterlambatan ini disebut berkaitan dengan proses administrasi di tingkat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang belum selesai. “Dana sedang diproses transfer hari ini. Kami dorong agar segera tuntas dan layanan pulih,” ujarnya.

Sementara itu, 19 dapur lainnya dibekukan permanen sementara karena gagal memenuhi standar mutu. Padahal, pengelola sudah diberi waktu dua minggu untuk memperbaiki fasilitas setelah diperiksa. Namun, karena tidak ada perbaikan berarti, BGN mengambil langkah tegas menghentikan operasi. “Kualitas dan keamanan adalah harga mati. Kalau standar belum terpenuhi, tidak ada tawaran: harus berhenti sampai benar-benar layak,” tegas Arya.

Dampaknya langsung terasa nyata. Di SMP Negeri 1 Brebes saja, 734 siswa tidak mendapat makanan sama sekali hari ini. Pihak sekolah baru dapat kabar penghentian mendadak pada Minggu malam lewat grup pesan, tanpa persiapan lebih awal. “Kami hanya diberi tahu distribusi berhenti sampai pemberitahuan lanjut. Kami sangat berharap ini segera selesai,” ungkap Fakrurrozi, penanggung jawab program di sekolah tersebut.

Para siswa pun merasakan kekurangan yang besar. Bagi mereka, makanan ini bukan sekadar asupan gizi, tapi sudah menjadi bagian dari kebutuhan harian sekolah. “Hari ini tidak ada makan. Semoga cepat kembali lagi, karena sangat membantu kami,” ujar Fika Mulyaningrum, siswi kelas VII. Siswa lain, berharap nanti berjalan kembali dengan menu yang lebih bervariasi dan sehat.

Arya menegaskan, meski ada masalah ini, catatan keamanan pangan di Brebes masih aman. Belum pernah terjadi kasus keracunan massal. Memang pernah ditemukan ketidaksesuaian menu di wilayah Losari, Salem, dan Banjarharjo, namun semua langsung ditindak tegas hingga penghentian sementara. “Semua temuan langsung ditangani. Kami tidak main-main dengan kualitas, agar anak-anak mendapatkan yang terbaik,” pungkasnya.

(BN24)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News