BerandaHUKUMDarah Mengalir di Pantura: Tawuran Brutal Brebes Renggut Nyawa Remaja, Senjata Tajam...

Darah Mengalir di Pantura: Tawuran Brutal Brebes Renggut Nyawa Remaja, Senjata Tajam Jadi Mainan

Brebesnews24

BREBES | – Jalur Pantura ruas Tanjung hingga Losari berubah menjadi ajang “pembantaian” dini hari tadi. Kekejaman tawuran antar kelompok pemuda di Brebes sudah tak lagi bisa dibilang sekadar pertikaian biasa, melainkan telah berubah menjadi aksi biadab yang mencabut nyawa di jalan raya. Emosi meledak, senjata tajam beradu, dan lagi-lagi darah anak muda tumpah membasahi aspal, Minggu (18/5/2026) pukul 03.00 WIB.

Seorang pelajar SMK berusia 16 tahun, berinisial UH, warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, tewas bersimbah darah. Nyawanya melayang sia-sia di tengah jalan, masa depan gelap padahal ia masih duduk di bangku kelas XI. Ia adalah korban termuda yang jatuh di tengah gelombang kekerasan yang kian tak terkendali ini.

Kebrutalan aksi ini tergambar jelas dari jumlah korban yang berjatuhan dan lokasi kejadian yang tersebar. Bukan hanya di satu titik, bentrokan berdarah ini terjadi di dua lokasi berbeda, menandakan adanya kejar-kejaran maut dan pergerakan antar kelompok yang saling buru bak musuh perang. UH ditemukan tergeletak tak bernyawa di ruas Losari, sementara rekannya MF (19), juga warga Klampok, terkapar di Jalan Raya Tanjung dengan luka bacokan senjata tajam di punggung yang dalam dan menganga. MF kini berjuang mempertahankan nyawa di IGD RSUD Brebes dalam kondisi kritis.

Nasib naas juga dialami IS (20), warga Tanjung, yang kini terbaring lemah di RS Mutiara Bunda. Ia mengalami luka parah dan hingga malam belum juga sadarkan diri, menambah panjang daftar penderitaan akibat ulah segelintir pemuda yang seolah tidak lagi punya rasa kemanusiaan.

Keesokan harinya, Senin (18/5/2026, jasad UH menjalani proses otopsi di RSUD Brebes. Pihak keluarga hanya bisa menangis memandang jenazah korban yang tewas di tangan temannya sendiri. Zainal Arifin, paman korban, tak kuasa menahan amarah dan kesedihan. Ia meminta kepolisian tidak main-main dalam menangani kasus yang kian biadab ini.

“Kami minta pelaku ditangkap segera! Hukuman berat harus dijatuhkan agar ada efek jera nyata. Kami muak melihat kejadian seperti ini berulang terus di Brebes. Ini bukan lagi tawuran, tapi pembunuhan,” ucap Zainal dengan nada bergetar bercampur amarah di ruang pemulasaran jenazah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih bungkam dan belum merilis keterangan resmi. Namun fakta di lapangan sudah berbicara keras: jalanan Pantura kembali menjadi saksi bisu betapa rusaknya pengawasan sosial dan betapa lembeknya penanganan terhadap kelompok-kelompok yang menganggap senjata tajam sebagai identitas.

Tragedi ini adalah bukti nyata bahwa tawuran di Brebes telah melampaui batas wajar. Bukan lagi soal gengsi atau masalah sepele, melainkan kejahatan sistematis yang mematikan. Jika dibiarkan, jalanan Brebes bukan lagi jalur transportasi, melainkan arena pembunuhan bagi generasi muda yang seharusnya menjadi harapan bangsa.

(BN24)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News