Brebesnews24
BREBES | – RSUD Brebes secara resmi menggelar peluncuran awal (Soft Launching) layanan Cathlab di Aula rumah sakit setempat, Selasa (12/5/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan mutu layanan kesehatan, khususnya untuk penanganan penyakit jantung dan stroke, tidak hanya bagi warga Brebes tetapi juga seluruh masyarakat di wilayah Pantura Barat.
Direktur RSUD Brebes, drg Adhi Supriadi, menjelaskan kehadiran fasilitas ini menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Selama ini, banyak pasien dengan gangguan jantung atau stroke harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah seperti Tegal, Purwokerto, hingga Semarang untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan yang memadai.
“Kini, hadirnya Cathlab membawa harapan baru. Masyarakat bisa mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan bermutu langsung di daerah sendiri,” ujar drg Adhi. Ia menambahkan, alat canggih ini merupakan hibah pemerintah pusat melalui Program SIHREN Kementerian Kesehatan RI yang diterima pada Desember 2025. Seiring itu,
RSUD Brebes kini juga ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan utama layanan KJSU yang meliputi penanganan kanker, jantung, stroke, dan gangguan uronefrologi.
Kesiapan tenaga medis pun sudah dipenuhi. Saat ini tersedia empat dokter spesialis jantung — di antaranya dua dokter spesialis kardiologi intervensi — didukung dokter radiologi intervensi, dokter spesialis saraf, dokter bedah saraf, serta tenaga kesehatan lain yang sudah terlatih khusus. “Dengan kesiapan ini, kami berkomitmen melayani pasien 24 jam sehari, 7 hari seminggu, guna menjamin penanganan kegawatdaruratan kapan saja dibutuhkan,” tambahnya.


Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, sangat mengapresiasi terobosan ini. Menurutnya, kehadiran fasilitas ini bukan sekadar penambahan alat medis, melainkan bentuk nyata kehadiran negara untuk kesejahteraan warga. “Kita tahu betul, dalam kasus jantung dan waktu adalah nyawa. Prinsip time is muscle dan time is brain sangat berlaku di sini. Semakin cepat penanganan, semakin besar peluang keselamatan dan pemulihan pasien,” tegasnya. Ia berharap langkah ini semakin mengukuhkan posisi RSUD Brebes sebagai pusat rujukan kesehatan andalan wilayah Pantura Barat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, turut hadir dan menyatakan dukungan penuh. Ia menegaskan kerja sama layanan ini akan berjalan lancar selama memenuhi persyaratan resmi seperti izin operasional, akreditasi, serta kelengkapan izin dan kompetensi tenaga medis. “Saat ini baru ada 261 layanan Cathlab di seluruh Indonesia, sementara ribuan rumah sakit masih menanti kerja sama. Ini menunjukkan betapa beruntungnya warga Brebes bisa segera menikmati fasilitas ini,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, layanan ini diprioritaskan untuk kasus gawat darurat seperti serangan jantung akut. Pasien dengan kondisi tidak mendesak diimbau untuk mengikuti prosedur medis yang tepat agar fasilitas ini tetap berfungsi optimal bagi yang paling membutuhkan. “Jangan ada tindakan berlebihan pada pasien yang tidak darurat. Fokus kami adalah menyelamatkan nyawa lewat penanganan yang sesuai indikasi,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk mengelola layanan ini dengan pengabdian tinggi demi keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Meski masih dalam tahap peluncuran awal, layanan Cathlab RSUD Brebes sudah resmi beroperasi dan siap menerima pasien dalam kondisi darurat, khususnya penderita serangan jantung.
(BN24)

