Brebesnews24.com
BREBES | – Sebagai bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes menyelenggarakan sosialisasi serta pelatihan pembuatan suplemen pakan ternak di Balai Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis (19/2/2026) bertujuan mengedukasi peternak tentang teknologi pakan alternatif berupa Urea Molasses Multinutrient Block (UMMB), yang lebih dikenal dengan julukan “permen” ternak.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Cikuya, Sekod, yang mengajak seluruh peserta untuk aktif mengikuti dan menerapkan materi yang diberikan. Ia menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat menjadi solusi konkret untuk menjaga kesehatan ternak serta meningkatkan nilai jual hasil ternak masyarakat.


Tri Budi Wibowo, S.PT., M.Si., yang mewakili DPKH Kabupaten Brebes, secara rinci menjelaskan karakteristik dan manfaat UMMB. Suplemen padat ini dirancang khusus untuk ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba, terutama pada musim kemarau ketika ketersediaan pakan berkualitas terbatas. Kandungan utamanya meliputi urea sebagai sumber nitrogen, molase untuk energi, serta berbagai mineral dan vitamin yang diperlukan tubuh ternak. Menurutnya, UMMB berperan penting dalam meningkatkan nafsu makan, memperbaiki kondisi mikroba di dalam rumen, hingga mendorong peningkatan produksi susu dan pertambahan bobot badan ternak.
Selain pemaparan teori, kegiatan juga menyertakan sesi praktik langsung pembuatan UMMB. Tim dari DPKH menunjukkan tahapan lengkap mulai dari pencampuran bahan pengisi dengan molase hingga pembentukan blok padat yang siap dikonsumsi oleh ternak. Peserta yang terdiri dari anggota Poktan Ternak Ruminasia dan masyarakat sekitar antusias mengikuti setiap langkah demonstrasi.
Serka Sagiman, Anggota Koramil 14/Banjarharjo yang turut memantau kegiatan, menegaskan bahwa peran TNI dalam TMMD tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, namun juga mencakup pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). “Dengan pelatihan ini, kami berharap para peternak di Desa Cikuya dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ternaknya. Jika kondisi ternak terjaga dengan baik, maka kesejahteraan ekonomi keluarga peternak juga akan meningkat,” ucapnya.
Kegiatan yang berjalan sejak pagi hingga siang ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Antusiasme masyarakat tercermin dari banyaknya diskusi interaktif yang terjadi antara peserta dan narasumber, terutama mengenai upaya mengatasi masalah malnutrisi pada ternak akibat konsumsi pakan berkualitas rendah. (BN24)

