Brebesnews24.com
BREBES | 10 Maret 2026 – Wakil Menteri Sekretaris Negara RI, Juri Ardiantoro, S.Pd, M.Si, PhD, menyampaikan apresiasi yang dalam terhadap pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Saat ditemui Tim Penerangan Kodim 0713 Brebes di kediaman keluarga besarnya di Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari – tanah yang melahirkan dan membentuk jiwanya – beliau menegaskan bahwa pembangunan desa adalah pondasi yang tak tergantikan bagi kemajuan bangsa.
“Ketika kita mencari jejak pembangunan yang benar-benar menyentuh hati masyarakat, program seperti TMMD menjadi bukti bahwa kerja sama yang tulus antar berbagai pihak akan menghasilkan manfaat yang mendalam,” ujar beliau. Beliau menjelaskan bahwa dalam pemantauan dan pembahasan terkait perkembangan wilayah Brebes, upaya Kodim 0713 Brebes dalam menjalankan TMMD di Desa Cikuya menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pembangunan bisa berjalan dengan menyatu dengan harapan warga. Program yang telah memasuki tahap akhir ini akan ditutup pada hari Rabu (11 Maret 2026).
Menurut Wamen Sesneg, respon positif dari masyarakat Desa Cikuya bukan sekadar sambutan terhadap sebuah program, melainkan bentuk pengakuan akan kebaikan yang dirasakan secara langsung. “Masyarakat menginginkan program ini terus diperluas, karena mereka merasakan bahwa pembangunan yang benar adalah yang menyentuh kebutuhan dasar dan membuka peluang bagi kemandirian,” ujarnya dengan nada bijaksana.
Pelaksanaan TMMD ke-127 di Desa Cikuya tidak hanya mengikuti arahan Komando TNI AD dan Mabes TNI, melainkan juga menghidupkan semangat Program Unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Di antaranya adalah Program TNI Manunggal Air yang mengatasi masalah akses air dengan membangun bak penampung dan sistem pipanisasi – menyediakan kebutuhan air bersih bagi rumah tangga, mendukung produktivitas sawah dan perkebunan, serta memberi kemudahan bagi usaha peternakan. Tak hanya itu, upaya pembangunan MCK (Jambanisasi), penanganan stunting melalui pemberian makanan bergizi, serta penghijauan dengan penanaman pohon menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk kesejahteraan desa.


Pada akhir pertemuan dengan Tim Penerangan Kodim 0713/Brebes yang dipimpin oleh Kepala Staf Kodim Mayor Arm Aris Khaerudin, S.Ag, Wamen Sesneg mengajak seluruh komponen untuk terus menjaga semangat gotong royong. “Mari kita tidak pernah merasa lelah dalam membangun desa, karena setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan menjadi pondasi kokoh bagi masa depan generasi mendatang,” pesannya.
Selama 30 hari pelaksanaan, TMMD ke-127 telah menunjukkan hasil yang membanggakan melalui sinergi erat antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Dalam aspek fisik, pembangunan jalan aspal sepanjang 1,5 kilometer telah selesai secara keseluruhan – membuka akses antara lahan pertanian dengan pusat perdagangan, mempermudah distribusi hasil bumi, dan sekaligus menjadi ruang bagi aktivitas sosial dan olahraga masyarakat. Melalui Program TNI Manunggal Air, pembangunan sumur bor dan jaringan pipanisasi di Dukuh Kopi memberikan solusi konkret bagi kebutuhan air yang berkelanjutan. Tak ketinggalan, pembangunan talud penahan jalan dan rehabilitasi 11 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi bukti bahwa pembangunan harus selalu memperhatikan kelompok yang paling membutuhkan.
Dalam dimensi non-fisik, dampak yang dihasilkan juga memiliki makna mendalam. Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Brebes, telah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan tentang hidup bersih dan sehat, serta upaya pencegahan masalah kesehatan seperti karies pada anak-anak. Sementara itu, pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banjarharjo memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi warga untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa.
Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah wujud nyata dari konsep kemanunggalan TNI dan rakyat. “Akses yang kini terbuka lebar diharapkan tidak hanya mempermudah perjalanan, melainkan juga menggeliatkan roda ekonomi di Pasar Banjarharjo dan sekitarnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” ujarnya.
Sebagai kesimpulan, TMMD ke-127 di Desa Cikuya bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur yang tampak kasat mata. Lebih dari itu, program ini adalah investasi dalam nilai-nilai persatuan, kerja sama, dan kemandirian – menjadi bukti bahwa pembangunan yang benar adalah yang tumbuh dari dalam dan berakar pada harapan masyarakat untuk kehidupan yang lebih layak dan bermakna.
(BN24)

