Brebesnews24.com
BREBES | – Suasana duka mendalam menyelimuti setiap sudut Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Udara yang biasanya dipenuhi kegembiraan dan kedekatan keluarga saat Hari Raya Idulfitri kini terasa berat dengan kabar pilu, dua pemuda lokal yang sempat hilang sejak awal Lebaran akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atap lantai tiga Masjid Miftahul Jannah, Rabu (25/3/2026) malam hari.
Kedua korban bernama Irwantoro (29 tahun) dan Bambang Suherman, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga masing-masing sejak Sabtu (21/3/2026). Sejak saat itu, harapan yang bergelombang dan kecemasan yang mendalam menyertai setiap langkah keluarga dalam mencari jejak mereka. Keluarga bahkan tidak segan menyebarkan informasi kehilangan melalui berbagai platform media sosial, berharap ada warga yang bisa memberikan petunjuk tentang keberadaan keduanya.
Kisah ini bermula sehari sebelum momen Lebaran tiba. Marhadi, sepupu Irwantoro, menjadi orang terakhir yang mengaku bertemu dengan kedua korban pada Jumat (20/3/2026). Saat itu, Irwantoro datang menemukannya sambil menyampaikan permintaan untuk diantar ke rumah istrinya. Namun, Marhadi belum bisa memenuhi permintaan tersebut karena sedang sibuk bekerja memasang lampu di menara kubah masjid.
“Itu terakhir saya lihat mereka. Setelah itu saya turun ke bawah untuk mengambil alat lagi, dan sejak saat itu tidak ada kabar lagi dari mereka berdua,” ujar Marhadi dengan nada lirih dan mata penuh air mata saat ditemui di kamar jenazah RSUD Brebes.
Hari demi hari berlalu, namun tak ada tanda-tanda Irwantoro dan Bambang Suherman pulang ke rumah. Hingga akhirnya, pada hari kedua setelah Lebaran, keluarga memutuskan untuk melaporkan kondisi hilangnya kedua pemuda tersebut ke pihak kepolisian. Warga desa juga turut bergotong-royong membantu pencarian, menyusuri sungai, ladang, dan setiap tempat yang mungkin menjadi tujuan kedua korban, dengan harapan menemukan mereka dalam keadaan selamat. Namun, takdir telah menentukan jalan yang berbeda.
Penemuan jasad kedua korban dimulai dari laporan seorang warga kepada marbot masjid, yang merasa curiga setelah melihat banyak belatung jatuh dari arah bagian atas bangunan masjid. Ketika marbot bersama beberapa warga memutuskan untuk memeriksa area tersebut, mereka dibuat terkejut dan tercengang saat menemukan dua jasad tergeletak tak bernyawa di lantai tiga bagian atas masjid.
Kondisi tubuh kedua korban saat ditemukan sangat mengenaskan—bagian tubuh mereka tampak hangus terbakar, yang membuat pihak berwenang mengeluarkan dugaan awal bahwa kematian mereka terkait dengan sengatan aliran listrik dari kabel yang terpasang di area atas masjid.


Kapolsek Tanjung AKP R. Imam Prihadi membenarkan terjadinya peristiwa menyayat hati tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kematian kedua korban. “Penyelidikan teknis dan pemeriksaan lokasi kejadian masih berjalan sesuai prosedur. Namun, pihak keluarga telah menyampaikan keinginan untuk tidak melakukan autopsi, sehingga setelah dilakukan pemeriksaan awal, jenazah telah kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan dengan penuh hormat,” jelasnya dalam keterangan kepada awak media.
Peristiwa tragis ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan seluruh warga desa. Kedua pemuda yang biasanya aktif berbagi canda tawa dan berkumpul bersama keluarga saat Lebaran, kini tak akan pernah lagi meramaikan momen kebersamaan tersebut. Sisa harapan hanya tinggal kenangan dan doa agar kedua jiwa mereka ditempatkan di sisi yang terbaik.
(BN24)

