BerandaPEMERINTAHANHebat, Hanya Gubernur Jateng Mampu Tambal 93 Ribu Lubang Jalan..?

Hebat, Hanya Gubernur Jateng Mampu Tambal 93 Ribu Lubang Jalan..?

Brebesnews24.com

BREBES | – Di Jawa Tengah, sejarah baru saja meloncat dua bab sekaligus. Belum sempat rakyat narik napas habis kena “jeduk” lubang depan rumah, eh muncul kabar yang bikin dunia konstruksi terdiam sambil ngopi pahit. Ada 93 ribu lubang jalan sudah ditambal. Sembilan puluh tiga ribu, wak. Ini bukan angka, ini sudah seperti jumlah penonton konser gratis plus yang nonton dari pohon.

Kalau dihitung pakai logika biasa, satu lubang ditambal satu kali, pekerja butuh waktu sekian detik, alat sekian, tenaga sekian… ujung-ujungnya kepala kita yang bolong duluan. Tapi di sini, logika disuruh duduk manis di pojok. Karena ini bukan sekadar proyek, ini sudah masuk cabang olahraga baru, tambal lubang cepat beregu, mungkin sebentar lagi dipertandingkan di Olimpiade.

Rakyat yang mendengar langsung refleks. Bukan tepuk tangan, tapi nengok ke jalan depan rumah. Dan… lubangnya masih di situ, berdiri gagah, seperti veteran perang yang menolak pensiun. Bahkan mungkin lubang itu sudah hafal plat nomor motor warga. “Oh, ini si Wak yang tiap pagi lewat sambil ngumpat pelan.”

Netizen pun langsung berubah jadi tim investigasi. Kamera HP diangkat, suara direkam, narasi dibuat dramatis. “Di sini kita lihat, lubang masih hidup, sehat walafiat, tidak terpengaruh oleh klaim 93 ribu.” Ada yang hampir jatuh, ada yang goyang-goyang seperti lagi audisi dangdut, semua demi satu tujuan, membuktikan bahwa lubang-lubang ini punya semangat juang lebih tinggi dari motivasi Senin pagi.

Muncul teori-teori tingkat tinggi. Ada yang bilang mungkin lubangnya kecil-kecil, dihitung satu-satu sampai tembus 93 ribu. Ada yang bilang satu lubang ditambal, lalu hujan, lalu bolong lagi, lalu ditambal lagi, nah itu dihitung dua. Kalau begitu, lubang ini bukan musuh, tapi partner kerja. Saling menghidupi.

Di tengah semua itu, isu pajak ikut nimbrung seperti tamu tak diundang. Warga mulai mikir, “Kalau tiap hari harus zig-zag seperti main game, ini pajak bayar untuk apa?” Bayar pajak jadi terasa seperti beli tiket VIP tapi duduknya tetap di kursi plastik dekat kipas angin rusak.

Yang paling lucu, di zaman sekarang, kerja tanpa video itu seperti ngaku kaya tapi dompet kosong. Orang langsung curiga. “Mana before-after-nya, wak?” Publik butuh bukti visual. Butuh adegan dramatis. Lubang besar, datang alat berat, musik naik, lalu cut ke jalan mulus seperti pipi bayi baru lahir. Kalau ndak ada, angka 93 ribu itu terasa seperti angka di undian berhadiah, besar, tapi entah di mana..?

Di saat semua mata tertuju ke Jateng, dari kejauhan terdengar bisikan halus dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti dua murid yang lagi duduk di belakang kelas, saling sikut pelan.

93 ribu? Kita di sini masih debat lubang itu masuk kategori lubang apa,” bisik yang satu.

Yang satunya jawab, “Di tempat kita, lubang bukan ditambal, tapi dijadikan ujian kesabaran. Siapa lolos, naik level.”

Entah itu sindiran atau curhat terselubung, yang jelas angka 93 ribu itu sekarang jadi standar baru. Mungkin besok-besok ada yang klaim 150 ribu, sekalian tambal lubang ozon kalau perlu. Biar sekalian planet ini mulus.

Padahal bisa jadi memang sudah banyak yang diperbaiki. Tapi masalahnya sederhana. Rakyat ini bukan percaya angka. Mereka percaya ban motor. Kalau ban masih “dug dug dug” seperti drum band latihan, maka semua klaim terasa seperti dongeng pengantar tidur.

Akhirnya rakyat sampai pada titik paling jujur dalam hidup, ketawa. Ketawa sambil nahan setang. Ketawa sambil menghindari lubang. Ketawa karena sadar, negeri ini terlalu kreatif untuk sekadar dipahami.

Di ujung cerita, saat senja turun dan jalanan mulai sepi, satu pertanyaan menggantung di udara, pelan tapi menusuk, “Lubang mungkin sudah ditambal 93 ribu, wak… tapi yang di depan rumah ini, dia masuk hitungan ke berapa?”

“Wah, hebat juga. Boleh juga disewa tuk nambal jalan di Kalbar, Bang.”

“Boleh juga, wak. Cuma, rasa tak yakin ia mampu.” Ups

Foto Ai hanya ilustrasi..

Tulisan ini disadur dari
Sumber:
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News