Brebesnews24.com
BREBES | – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang diselenggarakan Kodim 0713/Brebes tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur jalan, melainkan juga mengutamakan kualitas hidup masyarakat melalui rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan penyediaan fasilitas sanitasi serta air bersih. Kegiatan ini berlangsung secara berkelanjutan dan mencapai tahap signifikan pada Minggu (22/02/2026).
Hingga pekan ketiga bulan Februari 2026, Satuan Tugas (Satgas) TMMD telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menyelesaikan pemugaran sejumlah rumah warga yang sebelumnya tidak memenuhi standar kesehatan dan keamanan. Salah satu penerima manfaat, Bapak Tarsoni, menyampaikan rasa bahagianya setelah melihat rumahnya yang dulunya rapuh kini menjadi kokoh berkat kolaborasi kerja sama antara TNI dan masyarakat setempat.
Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.Hub.Int., menjelaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian integral dari upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes.
“Pengembangan desa harus menyentuh aspek kebutuhan paling mendasar, yaitu penyediaan hunian yang layak huni. Kami tidak hanya memperbaiki struktur fisik seperti dinding dan atap, namun juga memastikan tersedianya sistem sanitasi yang memadai agar kesehatan keluarga, khususnya anak-anak di Desa Cikuya, dapat terjaga dengan baik,” jelasnya.
Selain rehabilitasi RTLH, Satgas TMMD juga bekerja sama dengan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam pembangunan bak penampungan air bersih. Fasilitas ini dirancang untuk mengatasi permasalahan kesulitan akses air bersih yang kerap terjadi pada musim kemarau, sekaligus mendukung kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan domestik dan aktivitas peternakan.
Progres pelaksanaan kegiatan fisik ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pejabat Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, yang diwakili oleh jajaran terkait, mengapresiasi kecepatan pelaksanaan rehabilitasi RTLH sebagai langkah konkrit dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah pedesaan.
Dengan durasi pengerjaan yang ditetapkan selama 30 hari, seluruh sasaran kegiatan fisik termasuk rehabilitasi rumah dan pembangunan fasilitas air bersih ditargetkan akan selesai secara penuh (100%) sebelum pelaksanaan upacara penutupan program yang dijadwalkan pada pertengahan bulan Maret mendatang.
(BN24)

