BerandaBERITADikepung Banjir Ketanggungan Brebes Lumpuh : Evakuasi Darurat Dilakukan, Jalur Mudik Terputus

Dikepung Banjir Ketanggungan Brebes Lumpuh : Evakuasi Darurat Dilakukan, Jalur Mudik Terputus

Brebesnews24.com

BREBES | — Malam hari yang awalnya tenang di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, berubah menjadi kondisi darurat setelah Sungai Babakan meluap dan mengepung sejumlah desa pada hari Rabu (25/3/2026). Hujan deras yang turun secara terus-menerus sejak sore hari menjadi pemicu utama terjadinya luapan sungai, yang memaksa masyarakat lokal menghadapi genangan air dengan ketinggian yang terus meningkat hingga larut malam.

Air mulai meluap dari sungai sekitar pukul 17.00 WIB dan secara bertahap merendam permukiman warga. Desa Cikeusal Lor menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan ketinggian air mencapai hingga pinggang orang dewasa. Selain itu, Desa Buaran juga tidak dapat terhindarkan dari genangan air, yang menyebabkan wilayah terdampak semakin luas dalam waktu singkat.

Situasi menjadi semakin genting menjelang tengah malam. Sekitar pukul 23.46 WIB, banjir tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga meluas hingga ke ruas jalan nasional yang menghubungkan Ketanggungan dengan Pejagan. Arus air yang deras membuat akses vital tersebut tidak dapat digunakan sama sekali, sehingga mengganggu kelancaran arus balik mudik Lebaran yang tengah berlangsung.

Dalam menghadapi kondisi darurat tersebut, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes segera mengambil tindakan cepat. Perahu karet dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang berada dalam kondisi rentan, terutama anak-anak dan lansia, dari rumah-rumah yang terendam air. Proses evakuasi berlangsung di tengah tantangan arus air yang cukup deras dan keterbatasan penerangan di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Brebes, Wibowo Budi Santoso, mengkonfirmasi peristiwa banjir tersebut. Menurutnya, pihaknya saat ini masih fokus pada upaya penyelamatan jiwa dan pendataan secara menyeluruh terhadap korban serta wilayah yang terdampak.

“Kami saat ini masih fokus pada kegiatan evakuasi dan pendataan secara menyeluruh. Laporan resmi mengenai jumlah korban dan tingkat kerusakan masih dalam proses penyusunan,” ujarnya saat dikonfirmasi Media Brebesnews24.com pada hari Kamis (26/3/2026) dini hari.

Dampak dari kejadian banjir tidak hanya dirasakan oleh masyarakat setempat, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada sektor transportasi. Jalur mudik utama yang menghubungkan Pejagan dengan Ketanggungan terpaksa ditutup karena genangan air yang tinggi dan arus yang kuat. Kondisi ini membuat aparat kepolisian mengambil langkah untuk melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan dan memastikan kelancaran pergerakan kendaraan.

Terpisah Kasatlantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zaenurrozaq, menjelaskan bahwa kendaraan yang berasal dari arah Bumiayu menuju Ketanggungan dialihkan melalui Fly Over Klonengan menuju arah Slawi. Sementara itu, kendaraan yang keluar dari Exit Tol Pejagan diarahkan untuk mengambil jalur Pantura sebagai alternatif perjalanan.

Peristiwa banjir kali ini kembali menjadi pengingat akan tingkat kerentanan wilayah Brebes terhadap bencana banjir, khususnya di daerah yang berada dalam kawasan aliran Sungai Babakan.

Menurut analisis awal, terjadinya banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca berupa curah hujan tinggi, tetapi juga karena ketidakmampuan sungai untuk menampung debit air yang masuk. Hal ini disebabkan oleh kondisi pendangkalan sungai serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian daerah aliran sungai.

(BN24)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News