Brebesnews24.com
Benda,Sirampog, BREBES | – Pemerintahan yang di nilai tidak Transparan menjadi pemicu Derasnya arus kekesalan warga Desa Benda untuk Mengeruduk Kantor pemerintahan Desa nya, gelombang Aksi damai Yang di prakarsai Aliansi Masyarakat Peduli Benda (AMPB) akhirnya menemukan titik terang. Kepala Desa Baitsul Amri mengundurkan diri dari jabatannya pada hari Senin (5/1/2026), setelah dihadang ratusan warga yang tidak puas dengan kiprah kepemimpinannya yang dianggap gagal membawa kemakmuran bagi masyarakat.
Berbagai persoalan mulai dari pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), penguasaan aset desa, hingga sejumlah indisipliner lainnya menjadi pemicu kemarahan yang telah menumpuk lama.
Bahkan sebelum aksi ini terjadi, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah ramai-ramai mengundurkan diri. Alasannya sederhana namun menusuk ” ketidaktransparan yang mengakar dalam setiap kebijakan pemerintahan desa membuat mereka tidak dapat terus bekerja bersama.


Aksi Damai “SILATURAHMI” YANG Menyatukan Suara Warga.
Aksi yang digelar di halaman Balai Desa bukanlah aksi sembarangan. Gus Imaduddin, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Benda, menjelaskan bahwa acara yang mereka beri nama “Silaturahmi” ini adalah puncak dari akumulasi ke kesalan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan Desa Benda selama ini.
“Kita menyebutnya aksi damai silaturahmi karena pada intinya, kita ingin menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik, meskipun isi dari apa yang kita sampaikan adalah keluhan yang sudah tak tertahankan,” ujar Gus Imaduddin saat membacakan pernyataan sikap massa.
Tak hanya menuntut pengunduran diri Baitsul Amri Selaku kepala desa, warga juga mengajukan tuntutan agar Sekretaris Desa Noval dan Bendahara Khalimi juga tidak lagi menjabat di pemerintahan desa. Berbagai dugaan masalah hukum mengitari ketiga pejabat tersebut – mulai dari kekacauan dalam administrasi PBB, hilangnya jejak kendaraan operasional desa yang diduga tidak jelas keberadaannya, hingga sejumlah kasus lain yang membuat nama baik Desa Benda tercoreng.
Desa Santri Yang Menjunjung tinggi Silaturahmi
Desa Benda selama ini dikenal luas sebagai desa santri yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan dan kehormatan. Namun, kondisi yang terjadi belakangan ini membuat banyak warga merasa kecewa dan marah.
“Jangankan mensejahterakan masyarakatnya, malahan yang ada bikin jelek nama desa yang selama ini kita banggakan,” ucap Dabul salah satu peserta aksi yang tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya..


Di lokasi aksi, puluhan spanduk dengan tulisan tuntutan jelas terpampang tinggi-tinggi. Buku tanda tangan dukungan juga mengalir deras, diisi oleh warga dari berbagai kalangan yang berbondong-bondong datang untuk menyuarakan aspirasi bersama.
Sorak Sorai Meriah Saat Pernyataan MUNDUR di ucapkan
Setelah mendengar secara langsung segala keluhan dan harapan dari warga, Baitsul Amri akhirnya menyampaikan keputusannya untuk mengundurkan diri. Begitu kalimat pengunduran diri terucap dari mulutnya, suasana yang semula tegang langsung berubah menjadi meriah. Sorak-sorai dan tepukan tangan bergema dari seluruh penjuru halaman balai desa sebagai bentuk kelegaan setelah waktu yang cukup lama mereka harus menahan kesalan.
Di tengah Sorak sorai dan Rasa syukur karena Aksi Damai ini berhasil “Melengserkan Kepala Desa” Gus Imaduddin tetap menyampaikan pesan agar Setelah kepala desa benda menyatakan pengunduran diri. Tanggung jawab selanjutnya bapak camat Sirampog harus serius untuk mengawal proses tersebut. Jangan hanya sekeder menerima laporan namun tidak ada tindak lanjutnya. dan perangkat desa yang selama ini mendampingi kepala Desa tentunya tau persis bagaimana kepala desa “Memanipulasi data selama ini yang tidak sesuai,
“Semoga dengan langkah ini, Desa Benda bisa bangkit kembali dan menemukan pemimpin yang benar-benar peduli pada kesejahteraan masyarakat serta menjaga nama baik desa santri yang kita miliki,” ucap Gus imad sembari membubarkan diri dengan tertib…(BN24)
Post Views: 3.842

