Brrbesnews24.com
BUMIAYU, BREBES | – Upaya memutus mata rantai peredaran narkoba di tingkat akar rumput kini semakin diperkuat. Pemerintah bersama aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat resmi meluncurkan program Kampung Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar) secara serentak di seluruh wilayah Kecamatan Bumiayu, Selatan Kabupaten Brebes. Acara deklarasi yang berlangsung khidmat digelar di Pendopo Kawedanan Bumiayu, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni seremonial belaka, melainkan bukti nyata komitmen bersama.
Suasana terasa semakin semangat dengan penyerahan rompi identitas kepada para pemuda yang tergabung dalam Satgas Anti Narkoba, serta penandatanganan prasasti deklarasi oleh Kapolres Brebes, perwakilan TNI, BNN, dan seluruh Kepala Desa se-Bumiayu. Momen ini menjadi penanda bahwa perang melawan narkoba kini digencarkan hingga ke level desa.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Sumarno, disampaikan pesan keras bahwa narkoba adalah musuh bersama yang sangat berbahaya. Zat adiktif ini tidak hanya merusak fisik dan kesehatan, tetapi perlahan menghancurkan moral serta mencuri masa depan generasi muda. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar.
“Kampung Bersinar diharapkan bukan hanya menjadi simbol, tetapi menjadi pusat edukasi, pengawasan, sekaligus wadah pembinaan. Kami ingin anak-anak muda terlibat dalam kegiatan positif dan jauh dari jerat narkoba,” tegasnya.
Dukungan penuh juga datang dari jajaran TNI. Melalui sambutan yang dibacakan oleh Kapten Arm Sukirno, Perwira Seksi Intelijen (Pasintel) Kodim 0713 Brebes, masyarakat—khususnya generasi muda—diajak untuk menjauhi segala bentuk zat berbahaya dan mengisi waktu luang dengan hal-hal bermanfaat yang membawa kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa.
Kapten Arm Sukirno menekankan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada pertahanan negara, tetapi juga turut aktif dalam menjaga kesejahteraan dan moralitas masyarakat. “Kami siap bersinergi dengan semua pihak untuk memantau dan mencegah masuknya pengaruh buruk, termasuk narkoba, yang dapat merusak tatanan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BNN Wilayah Tegal, Yayan Ahdian, mengingatkan bahwa ancaman narkoba saat ini semakin kompleks dan modus operandinya terus berevolusi. Mulai dari obat-obatan terlarang hingga produk baru yang dipasarkan secara daring, semuanya mengincar kalangan muda.
“Ini harus dilawan bersama-sama, mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum. Tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, harus ada sinergi yang kuat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah. Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan pernah lelah memburu pengedar dan pengguna narkoba. Menurutnya, keberlangsungan masa depan bangsa ada di tangan generasi muda, sehingga ancaman narkoba harus dimusnahkan sebelum menelan lebih banyak korban.
“Narkoba merusak masa depan. Kalau kita tidak bergerak bersama, siapa yang akan memimpin bangsa ini nanti? Ini bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Kapolres.
Dengan terbentuknya Kampung Bersinar, Bumiayu kini memiliki benteng pertahanan sosial yang kokoh di setiap desa. Gerakan ini diharapkan mampu menjadi contoh teladan yang bisa direplikasi di wilayah lain, sebagai langkah nyata menyelamatkan generasi penerus dari bahaya maut narkoba.
(BN24)

