Brebesnews24.com
BREBES | — Kabupaten Brebes kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Daerah yang dikenal dengan keberagaman sosial dan budayanya ini berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas capaian Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) tahun 2025.
Penghargaan tersebut menjadi penegasan bahwa Brebes dinilai berhasil menjaga harmoni, toleransi, dan keadilan di tengah masyarakat yang majemuk.
Penghargaan nasional itu diserahkan oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.SE.MM. kepada Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes, Mochammad Reza Prisman.
Momen tersebut sekaligus menjadi simbol pengakuan atas kerja kolektif seluruh elemen masyarakat dalam merawat kebersamaan dan stabilitas sosial.
Mochammad Reza Prisman menyampaikan bahwa capaian ini bukan semata hasil kerja pemerintah daerah, melainkan buah dari kesadaran dan partisipasi masyarakat Brebes dalam menjaga ruang hidup yang rukun dan saling menghargai.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Indeks Harmoni Indonesia merupakan instrumen nasional yang digunakan untuk mengukur tingkat keharmonisan sosial di suatu daerah.
Pengukuran ini menilai sejauh mana masyarakat mampu hidup berdampingan secara toleran di tengah perbedaan agama, suku, dan budaya, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menegakkan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Penilaian IHaI (Indeks Harmoni Indonesia) dilakukan melalui survei independen yang melibatkan responden dari beragam latar belakang sosial. Skor yang dihasilkan berada pada rentang 0 hingga 10.
“Kabupaten Brebes mencatatkan nilai yang masuk dalam kategori Baik dan berhasil memenuhi target nasional, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu dari 94 kabupaten di Indonesia yang dinilai sukses menjaga harmoni sosial,” tutur Reza.
Prestasi ini memperkuat citra Brebes bukan hanya sebagai wilayah dengan potensi ekonomi dan budaya, tetapi juga sebagai ruang hidup yang aman, toleran, dan berimbang.
Di tengah dinamika sosial yang kerap diuji oleh perbedaan, capaian ini menjadi pesan kuat bahwa harmoni bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang tumbuh dari kesadaran bersama yang selalu dijaga,.
Kontributor: (Burhan Sukir Raharjo)

