Brebesnews24.com
BREBES | – Di tengah hamparan hutan yang rimbun di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, aktivitas pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter menjadi saksi nyata semangat pantang menyerah dari anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713 Brebes. Masuki minggu kedua pelaksanaan program yang dimulai pada 10 Februari 2026,
Medan perbukitan yang jauh dari pemukiman membuat akses air bersih menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para prajurit dan warga yang bekerja bersama-sama.
Di lokasi proyek, terlihat jelas bagaimana mereka mengatasi keterbatasan fasilitas. Sebelum jam istirahat tiba, beberapa anggota satgas mencari sumber air di sekitar lokasi untuk kemudian menjerangkannya ke tempat yang telah disiapkan. Untuk merebusnya, Satgas membuat tungku dari tumpukan batu yang ada di sekitar, sementara ketel yang digunakan adalah peralatan sederhana yang dibawa dari pangkalan atau dibuat dengan bahan seadanya. Ranting pohon yang tumbuh liar di sekitar lokasi menjadi bahan bakar untuk menyalakan api, memberikan sentuhan praktis dan adaptif terhadap kondisi alam sekitar.
Kapten Infanteri Agus W., Danramil 14 Banjarharjo, menjelaskan bahwa keputusan untuk mandiri menangani kebutuhan air di lokasi bertujuan untuk menghemat waktu dan memastikan pengerjaan jalan tidak terganggu. “Jika harus bolak-balik ke desa, waktu yang terbuang cukup banyak dan bisa memperlambat progres. Dengan kreativitas seperti ini, kita tetap bisa menjalankan tugas sambil menjaga kondisi fisik anggota dan rekan warga,” ucapnya pada hari Sabtu (21/02/2026).
Saat asap dari tungku batu perlahan merambat ke udara dan aroma air hangat mulai menyebar, suasana di lokasi menjadi lebih hangat. Para pekerja, baik dari TNI maupun warga setempat, berkumpul di bawah naungan pohon rindang untuk menikmati air hangat yang direbus tersebut—beberapa di antaranya bahkan menyeduh kopi yang membuat suasana semakin akrab. “Rasanya berbeda ketika kita minum air atau kopi yang hasil kerja sama dan usaha kita sendiri di sini. Ada rasa bangga dan kebersamaan yang luar biasa,” ujar salah satu warga yang turut terlibat dalam gotong royong.
Hingga saat ini, progres pembukaan jalan telah mencapai 57%. Jalan yang menjadi urat nadi penting untuk menghubungkan area perkebunan warga dengan akses utama kecamatan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu sebelum penutupan program pada bulan depan. Melalui kerja keras, kreativitas, dan sinergi antara TNI dan masyarakat, upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian dan kemudahan akses di wilayah Banjarharjo. (BN24)

